Tahun 1920-an kehidupan masyarakat Tapanuli diwarnai Opera Batak. Suatu seni pertunjukan yang menghadirkan drama, lagu, dan tari. Opera Batak kreasi Tilhang Oberlin Gultom ini hadir melalui pementasan keliling. Tak hanya di wilayah Tapanuli, tapi hingga ke Sumatera Barat, Riau, dan Jakarta. Opera Batak mencapai masa emas di tahun 1980-an. Puluhan kelompok Opera Batak hadir. Memasuki… [Read more…]
Lelaki. Berlari menerobos hujan menuju halte. Langkah tak sampai. Tubuhnya meleleh dikecup ribuan rintik. Pasrah mengalir menembus tanah. Menelusuri jalur-jalur air, menelusuri waktu-waktu boemi, dan terisap ke tangki mobil air isi ulang. Masuk ke galon besar. Sehari, dua hari, pindah ke galon kecil di sebuah ruang di lantai 33 gedung perkantoran pusat kota. Perempuan. Memuaskan… [Read more…]
Status sebagai anak lelaki satu-satunya dalam keluarga membentuk Sabungan menjadi pribadi manja. Ia kerap mengabaikan ucapan orangtua terutama jika berkaitan dengan pekerjaan. Orangtua diperlakukan tak lebih dari sapi perah untuk memenuhi kegiatannya berjudi dan minum minuman keras setiap hari. Akibat kalah berjudi Sabungan berniat menjual ulos-ulos milik ibunya. Ia mengambil semua ulos yang disimpan ibunya… [Read more…]
Sampai juga. Si Bange memperhatikan rumah baru Tapa Mahameru tak percaya. Rumah yang begitu kecil dibandingkan rumah Tapa Mahameru selama ini. Saat mencari alamat rumah baru Tapa Mahameru pun Si Bange berkali-kali bertanya pada diri sendiri. Bagaimana mungkin bisa di pinggiran kota? Masih dengan rasa heran, Si Bange turun dari mobil. Menuju pintu depan melintasi… [Read more…]
Maret 13, 2012
0